Senin, 22 Juni 2015

Assalamualaikum saudara saudari muslim ku

Mengapa Orang Kafir Kaya dan Orang Muslim Miskin?

Mengapa kita lihat banyak orang non muslim hidupnya kaya-kaya, sementara orang Islam banyak yang miskin? Bisa kita lihat contohnya di negeri kita, etnis tertentu yang mayoritas non muslim mereka kaya-kaya. Sedangkan yang muslim justru miskin-miskin. Padahal muslim sudah shalat, puasa dan menjalankan ibadah lainnya.

Apakah ini yang dimaksud dalam hadits “dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir”?

Tidak benar bahwa orang non muslim selalu lebih kaya dari pada orang muslim. Jika kita amati dengan sungguh-sungguh, ada banyak orang non muslim yang miskin, sebagaimana banyak pula orang muslim yang miskin.

Jika dilihat banyak muslim yang miskin, itu karena mayoritas penduduk negeri ini beragama Islam. Sama halnya dengan di Yunani dan beberapa Eropa yang saat ini sedang bangkrut, hampir semua orang miskin di sana adalah non muslim karena mayoritas penduduknya memang non muslim.

Dalam daftar orang-orang terkaya di Indonesia tahun 2014, kita temukan nama-nama muslim banyak bertengger di 40 besar. Apalagi di negara-negara Arab dan Timur Tengah yang kaya minyak. Mayoritas orang terkaya adalah muslim sebab merekalah penduduk mayoritas di negeri-negeri itu.

Jadi, kaya dan miskin tidaklah selalu identik dengan agama. Sebab Allah dengan sifat Rahman-Nya memberikan rezeki kepada setiap orang, bukan hanya muslim saja. Allah juga memberlakukan sunnah kauniyah bahwa siapa yang berusaha keras, bekerja cerdas atau pandai berbisnis, mereka akan mendapatkan hasil berupa kekayaan yang setimpal.

Namun, Allah juga memiliki sifat Rahim. Yakni kasih sayang yang khusus Dia berikan kepada hamba-hambaNya yang beriman. Kalaupun seorang mukmin itu miskin hidupnya di dunia, bisa jadi itu ujian. Jika disikapi dengan sabar, ia akan mendapatkan Rahim-Nya Allah berupa balasan berlipat ganda di akhirat dan dimasukkan ke dalam surga.

Adapun orang-orang non muslim, kekayaannya di dunia ini bisa jadi adalah balasan atas kerja keras dan perbuatan baiknya selama di dunia. Tetapi di akhirat, mereka tidak mendapatkan apa-apa. Bisa pula, kekayaan orang kafir di dunia ini hanyalah bentuk istidraj dari Allah. Mereka disenang-senangkan di dunia, dibiarkan memiliki harta kekayaan yang banyak sehingga mereka makin kafir atau makin jahat, lalu mereka ditelungkupkan Allah ke dalam neraka.

Adapun mengenai sabda Rasulullah:

الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ ، وَجَنَّةُ الكَافِرِ

“Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir” (HR. Muslim)

“Kekayaan dan kebahagiaanku ini laksana penjara jika dibandingkan dengan surga yang akan ditempati oleh orang mukmin nanti. Sedangkan penderitaanmu di dunia ini belum ada apa-apanya dibandingkan dengan neraka yang menantimu di akhirat nanti.”


Semoga bermanfaat
Arigatou.. :)
 Dampak Menghidupkan Lampu Saat Tidur

1. Mengganggu kesehatan mata

Ternyata sedikit orang yang tahu jika tidur dengan lampu yang menyala dapat beresiko meningkatkan kerusakan pupil mata, karena pada saat kita terpejam dengan ada cahaya yang menyala disekitar. Mata kita masih dapat merasakan adanya cahaya, ternyata lampu menyala saat tidur juga membuat depresi dan gelisah.

2. Menghambat pertumbuhan melatonin

Ada sebuah riset mengungkap jika menyalakan lampu ketika tidur itu dapat menghambat pertumbuhan melatonin yang terdapat didalam tubuh. Melatolin merupakan hormon yang berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan juga melancancarkan peredaran darah. Bahkan efek cahaya tersebut juga beresiko untuk terserang diabetes, peningkatan gula darah dan kegemukan dan juga penyakit jantung.

3. Beresiko terkena kanker

Penelitian yang dilakukan di Ohio State University Medical Centre mengungkapkan jika menyalakan lampu pada saat tidur dapat meningkatkan pertumbuhan sel kanker. Bahkan bagi wanita, dapat beresiko terkena kanker usus. Kalau untuk pria dapat meningkatkan resiko kanker prostat.

Itulah beberapa alasan mengapa ketika tidur kita lebih baik mematikan lampu dari pada menyalakan lampu, terima kasih dan semoga bermanfaat.

Rabu, 17 Juni 2015

Ini lirik yang aku copy-paste dari orang. :)

Lirik Lagu Kiroro Berjudul Mirai e

Lagu mirai e dari kiroro ini bercerita mengenai kasih seorang ibu dan penyesalan seorang anak yang telah menyia-nyiakan kasih sayang dari ibu nya.

Untuk kalian yang ingin lirik dan terjemahan lagu mirai e, silahkan di catat.

Kiroro - Mirai e

Mirai e - 未来へ - Menuju masa depan

Hora, asi moto wo mite goranAyo, lihatlah langkah kakimu
Korega anata no ayumu michiItulah jalan hidupmu
Hora, mae mo mite goranAyo, lihat juga ke depan
Arega anata no miraiDisanalah masa depanmu
Haha ga kureta takusan no yasashisaBegitu banyaknya kasih sayang yang telah ibu berikan
Ai wo idaite ayumeto furikaesitaDengan cintamu aku mengerti kehidupan yang silih berganti
Ano toki wa mada osanakute iminado siranaiSaat itu aku terlalu kecil untuk mengerti semua
Sonna watashi no te wo nigiri Isyoni ayunde kitaIbu membimbingku selalu menjalani masa depan
Yume wa itsumo sora takaku aru karaCita-cita yang tinggi setinggi langit
Todokanakute kowai ne dakedo oi suzukerunoBila tak tercapai memang menyedihkan, namun jangan berhenti berharap
Jibun no sutori dakara koso akira metakunaiTentukan langkah dan masa depanmu, jangan putus asa
Fuang ni naru to te wo nigiri isyoni ayundekitaJangan cemas dan takut, doa ibu menyertaimu
Sono yasashisa wo tokiniwa iyagariKasih sayang ibu itu dulu tak kusadari, malah kusakiti hatinya
Hanareta haha he suna wo ni narezuKini, setelah terpisah jauh, baru aku sadar
Mirai e mukatte, Yukkuri to aruite ikouPerlahan tapi pasti, jemputlah masa depanmu dengan hati penuh keyakinan
Pacaran adalah zina
Zina adalah menikmati lawan jenis yg belum halal. Baik dg berbicara, mendengar, melihat, menyentuh, mencium aroma, membayangkan dan seterusnya.
Nabi shollallohu alaihi wa sallam bersabda :
العينان زناهما النظر، والأذنان زناهما الاستماع، واللسان زناه الكلام، واليد زناها البطش، والرجل زناها الخطا، والقلب يهوى ويتمنى، ويصدق ذلك الفرج أو يكذبه)). متفق عليه. هذا لفظ مسلم،
Mata berzina dg melihat, telinga berzina dg mendengar, mulut berzina dg berbicara. tangan berzina dg menyentuh, kaki berzina dg melangkah, dan hati ingin dan.membayangkan. Hal itu dibenarkan dan didustakan oleh kemaluan . ( HSR. Bukhary & Muslim ).
Berpacaran jelas merupakan perzinahan, walau zina kecil.
Mencari pacar shalih ?
Anda pasti tidak akan dapatkan, sebab orang shalih tidak akan berpacaran.

Al-Qur’an, Mukjizat Abadi

Kembali kita membahas tentang mukjizat Al-Quran, tapi kali ini kita bukan membahas tentang mukjizat alam,,tapi mukjizat dari tata bahasanya.
Bagi jiwa yang beriman, sesungguhnya al-Qur’an adalah anugerah yang agung dan kenikmatan yang amat besar. Namun, banyak di antara kita yang tidak menyadari besarnya kenikmatan ini.

Diakui atau tidak, keseharian kita membuktikan bahwa kita masih jauh dari al-Qur’an. Mari kita introspeksi diri. Berapa ayat yang kita baca setiap hari? Dari ayat yang kita baca itu, berapa yang bisa kita tadabburi? Mana dari ayat-ayat itu yang menggugah kerinduan kepada Allah dan membangkitkan semangat kita untuk berlomba dalam kebajikan?

Oleh karena itu, wahai jiwa yang beriman, mari kita mengenali sifat-sifat al-Qur’an agar kecintaan bersemi dalam jiwa lalu membuahkan ketundukan.

Al-Qur’an adalah mukjizat, bahkan mukjizat terbesar sepanjang masa. Sebab, al-Qur’an adalah kalamullah (ucapan Allah). Al-Qur’an bukanlah makhluk yang dicipta, bukan pula sekadar kandungan makna dari kalam-Nya. Akan tetapi, makna sekaligus lafadz al-Quran seluruhnya adalah ucapan Allah SWT. Dari Allah SWT lah al-Qur’an berasal, kemudian didengar oleh Jibril dan disampaikan kepada Rasulullah.

Al-Qur’an bukan ucapan makhluk. Ucapan Allah SWT tidak serupa dengan ucapan makhluk apa pun. Allah berbicara, mendengar, dan melihat sesuai dengan keagungan dan kemuliaan sifat-sifat-Nya yang Maha sempurna. Manusia juga berbicara, mendengar, dan melihat, tetapi sesuai dengan sifat-sifat mereka yang penuh kelemahan dan kekurangan.

Karena al-Qur’an adalah kalam-Nya, berarti al-Qur’an adalah kalam yang agung dan sempurna. Tidak ada kebatilan, kekurangan, kedustaan, kezaliman, dan kesia-siaan di dalamnya. Seluruhnya kebenaran dan adil, mengandung makna yang dalam dan hikmah yang begitu agung, penuh manfaat, dan memberikan petunjuk ke jalan yang benar serta kehidupan yang penuh kebahagiaan.

Al-Qur’an telah diakui sebagai kalamullah oleh para penentang Islam terdahulu, yaitu para tokoh kekufuran dari bangsa Quraisy. Al-Walid bin al-Mughirah atau ‘Uqbah pernah diutus kaumnya untuk berunding dengan Rasulullah SAW perihal al-Qur’an dan supaya Rasulullah SAW menyudahi dakwah beliau.

Ia berkata, “Wahai Muhammad, apa maumu dengan seruanmu? Kalau engkau mencari kekuasaan, akan kami beri. Kalau engkau menginginkan harta agar menjadi orang Arab terkaya, akan kami himpun harta untukmu. Jika engkau mengimpikan wanita, akan kami pilihkan gadis-gadis yang elok jelita.”

“Hanya itukah yang ada pada kalian? Kalau begitu, dengarkanlah!”

Rasulullah SAW membacakan permulaan surat Fushshilat kepada Abu al-Walid,

“Haa Miim. (Ayat ini) diturunkan dari Dzat Yang Maha Rahman dan Rahim. Kitab yang dirinci ayat-ayatnya dengan terang, bacaan yang berbahasa Arab, diperuntukkan bagi orang-orang yang mengerti. (Kitab) yang membawa berita gembira sekaligus peringatan. Namun, kebanyakan mereka berpaling, tidak mau mendengar. Mereka berkata, ‘Hati kami dalam keadaan tertutup dari seruan kalian. Telinga kami tersumbat, dan di antara kami dan kamu ada dinding yang menghalangi. Maka dari itu, berbuatlah, kami pun akan berbuat.’

Katakanlah, ‘Sesungguhnya aku hanyalah manusia seperti kalian, tetapi aku mendapatkan wahyu bahwa yang wajib kalian sembah hanya Allah. Maka dari itu, tempuhlah jalan yang lurus menuju Allah dan mintalah ampunan dari-Nya. Sungguh celaka orang-orang yang berbuat syirik, yaitu mereka yang tidak mau menunaikan zakat dan mengingkari hari kiamat. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh akan mendapatkan pahala yang tiada henti.’

Katakanlah, ‘Sesungguhnya apakah pantas kalian ingkar kepada Dzat yang telah menciptakan bumi hanya dalam dua hari, lalu kalian menjadikan bagi-Nya tandingan-tandingan? Itulah Pemilik alam semesta.’ Dialah pula yang telah menciptakan di muka bumi gunung-gunung yang kokoh. Allah melimpahkan berkah padanya; memilih dan menentukan berbagai makanan pokok (bagi penghuninya) selama empat hari. (Penjelasan ini adalah jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.

Kemudian, Dia menuju langit dalam keadaan langit berupa asap. Lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi, ‘Datanglah kalian berdua menurut perintah-Ku, dengan rela atau dengan terpaksa.’ Keduanya menjawab, ‘Kami datang dengan penuh kerelaan.’ Dia pun menjadikannya tujuh langit dalam dua hari dan mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami pelihara dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui.

Jika mereka berpaling, katakanlah, ‘Aku ingatkan kalian dengan petir, seperti petir yang membinasakan kaum ‘Ad dan Tsamud’.” (Fushshilat: 1—13)

Setelah mendengar ayat-ayat yang begitu dahsyat menyambar sanubari, Abu al-Walid memandang Rasulullah SAW dan mengatakan, “Sudah, cukup!”

Pada kejadian lain, al-Walid Ibnul Mughirah datang kepada Rasulullah lalu beliau membacakan al-Qur’an kepadanya, seolah-olah dia luluh dengan bacaan itu. Ketika Abu Jahl merasa khawatir terhadap al-Walid dia pun menegurnya, al-Walid menjawab:

 “Wahai kaumku, aku baru saja mendengar sebuah ucapan yang menakjubkan. Ucapan itu bukan syair, bukan mantra-mantra, dan tidak seperti ucapan yang biasa kita bicarakan. Sungguh, pada ucapannya ada kelezatan. Begitu elok, bagai pohon rindang yang bertaburan buah…. Ucapan itu demikian tinggi tiada terungguli.”

Itulah kalamullah, mukjizat yang tidak lekang oleh masa, yang selalu ada dan membuktikan kebenaran Islam, risalah tauhid, dan risalah keadilan yang dibawa oleh Nabi terakhir, Muhammad n.

Ya, al-Qur’an adalah mukjizat. Kata mukjizat berasal dari kata i’jaz yang berarti melemahkan. Sebab, al-Qur’an telah membuktikan kelemahan para penentang dan pengingkarnya. Allah telah menantang orang-orang kafir Quraisy untuk mendatangkan sepuluh surat yang bisa menandingi al-Qur’an. Namun, mereka tidak mampu walaupun mendatangkan satu surat saja. Allah SWT berfirman,

ﮋ ﭜ   ﭝ  ﭞ  ﭟ  ﭠ  ﭡ  ﭢ  ﭣ  ﭤ  ﭥ  ﭦ   ﭧ  ﭨ  ﭩ  ﭪ  ﭫ     ﭬ  ﭭ  ﭮ  ﭯ  ﮊ

“Katakanlah, ‘Seandainya manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa dengan al-Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya sekalipun satu sama lain bahu-membahu’.” (al-Isra’: 88)

Allah k juga berfirman,

ﮋ ﭑ   ﭒ   ﭓﭔ  ﭕ  ﭖ  ﭗ    ﭘ  ﭙ  ﭚ   ﭛ  ﭜ  ﭝ  ﭞ  ﭟ  ﭠ  ﭡ  ﭢ                ﭣ  ﭤ   ﮊ

“Bahkan, mereka mengatakan, ‘Muhammadlah yang telah merekayasa al-Qur’an.’ Katakanlah, ‘(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surat yang dibuat-buat untuk menandinginya, dan panggillah orang-orang yang kalian sanggup (memanggilnya) selain Allah jika kalian orang-orang yang benar’.” (Hud: 13)

Mereka tidak sanggup membuat surat tandingan, padahal dari sisi kemampuan berbahasa, mereka adalah jagonya. Lisan mereka fasih dan tinggi balaghah-nya. Oleh karena itu, para ulama menyebutkan bahwa al-Quran adalah mukjizat.

Kalamullah sebagai mukjizat memiliki kekhususan dan keistimewaan, di antaranya adalah:

1.     Al-Qur’an mencakup lafadz-lafadz dari seluruh suku dan kabilah bangsa Arab

Di antara lafadz al-Qur’an ada yang berasal dari bahasa Quraisy, bahasa Hudzail, bahasa Tamim, bahasa Hawazin, bahasa penduduk Yaman, bahasa Himyar, dan lain-lain.

‘Umar bin al-Khaththab a pernah berkhotbah lalu membacakan surat an-Nahl ayat 47. Tatkala sampai pada kata takhawwuf, ‘Umar menghentikan khotbahnya sejenak, lalu bertanya kepada hadirin, “Apa takhawwuf ?” Semua terdiam.

Tiba-tiba, bangkitlah seorang lelaki dari suku Hudzail. Katanya, “Wahai Amirul Mukminin, takhawwuf dalam bahasa kami adalah tanaqqush, sehingga maknanya ‘Apakah mereka yang melakukan makar jahat itu merasa aman dari azab Kami dengan dicabut kenikmatan yang ada pada mereka secara berangsur-angsur hingga mereka binasa?’.”

Perhatikanlah, tidak ada seorang Arab pun yang dapat menguasai seluruh bahasa dari suku-suku dan kabilah-kabilah Arab, baik dari segi lafadz maupun dialek. Sementara itu, al-Qur’an memuat bahasa-bahasa tersebut.

Tidak hanya itu, di dalam al-Qur’an didapati susunan bahasa (nahwu) yang beragam berdasarkan tata bahasa berbagai suku dan kabilah. Ini semua menunjukkan bahwa al-Qur’an bukanlah buatan makhluk, melainkan betul-betul datang dari Allah k, pencipta manusia dan Rabb alam semesta.



2.    Seluruh lafadz al-Qur’an berada pada puncak kefasihan

Isim dalam al-Qur’an semuanya fasih. Begitu juga fi’il dan huruf, semuanya fasih. Bahkan, ayat Alif Lam Mim juga fasih. Inilah kekhususan al-Qur’an. Tidak ada seorang Arab pun (pada saat turunnya al-Qur’an) yang menemukan celah untuk mengkritik dan menjelek-jelekkan lafadz al-Qur’an. Bahkan, al-Walid sempat berujar, padahal dia musyrik, “Sungguh, pada ucapan ini ada kelezatan. Begitu elok, bagai pohon rindang yang bertaburan buah…. Ucapan ini demikian tinggi tiada terungguli.”



3.    Tidak ada pertentangan di dalamnya

Makna luas yang dikandung oleh al-Qur’an, baik dalam hal akidah, akhlak, dan pembentukan pribadi, maupun aturan-aturan hukum/syariat, semuanya sempurna dan tidak saling bertentangan. Berbeda halnya dengan ucapan manusia yang selalu memiliki kekurangan, sering bertentangan, dan tidak sesuai dengan kenyataan. Terlebih pembicaraan yang menyangkut perkara gaib, sedikit sekali yang tepat dan sesuai dengan kenyataan.

4.    Al-Qur’an mempunyai ketinggian sastra

Al-Qur’an memiliki balaghah dan bayan yang tinggi. Lafadz-lafadz dan makna-maknanya serta keterkaitan antar makna dan antar lafadz demikian menakjubkan. Susunan kata dalam tiap ayat, susunan ayat demi ayat, dan terhimpunnya sejumlah kalimat dalam satu ayat menunjukkan bahwa al-Qur’an memiliki balaghah yang tinggi. Tidak mungkin jin dan manusia mendatangkan kalimat yang banyak yang semuanya menempati tingkatan balaghah dan sastra yang tinggi.

Terkait dengan hal ini, kita mendapati bahwa walaupun telah ditulis oleh ratusan ulama, tafsir-tafsir al-Qur’an belum berhasil menguak secara terperinci seluruh rahasia yang tersimpan dalam al-Qur’an. Ilmu tafsir adalah ilmu yang tiada habisnya, seperti sifat kalamullah yang disebutkan dalam firman-Nya,

ﮋ ﯱ  ﯲ        ﯳ         ﯴ        ﯵ  ﯶ   ﯷ    ﯸ  ﯹ        ﯺ  ﯻ  ﯼ  ﯽ         ﯾ  ﯿ        ﰀ  ﰁ       ﰂ  ﰃ  ﮊ

“Katakanlah, ‘Seandainya samudra dijadikan sebagai tinta untuk menuliskan kalimat-kalimat Rabb-ku, niscaya samudra itu kering sebelum berakhirnya kalimat-kalimat Rabb-ku, bahkan walaupun didatangkan lagi tinta sebanyak itu’.” (al-Kahfi: 109)

5.    Al-Qur’an memiliki kekuatan ajaib terhadap jiwa

Tidak ada ucapan manusia yang memiliki daya tarik dan kekuatan ajaib seperti yang dimiliki al-Qur’an. Kisah keislaman ‘Umar bin al-Khaththab adalah salah satu contoh. Ketika itu, ia mendapat kabar bahwa saudarinya, Fathimah s, masuk Islam. Bagai tersambar petir, ‘Umar yang semula hendak membunuh Rasulullah n, seketika itu juga mengubah haluan menuju kediaman Fathimah. Karena kegeraman yang tidak tertahan dan gejolak amarah yang meluap, tangan kekar ‘Umar melayang ke wajah Fathimah hingga wajah itu pun bersimbah darah. Namun, begitu ia membaca ayat-ayat suci dalam surat Maryam, hatinya langsung lembut. Akhirnya, ia pun masuk Islam.

Tidak luput dari ingatan kita perihal Fudhail bin ‘Iyadh , seorang imam di Makkah yang tepercaya, wara’, ahli ibadah, dan meriwayatkan banyak hadits. Dahulu ia adalah seorang pembegal yang sangat ditakuti di perlintasan antara Abyurd dan Sarkhas. Tentang kisah tobatnya, diceritakan bahwa seperti biasa, Fudhail ingin merampok pada suatu petang. Lewatlah serombongan manusia yang bersama mereka ada keledai betina yang putih bersih.

“Mari kita bergegas meninggalkan tempat ini. Jangan sampai kita disergap Fudhail sehingga barang-barang kita dirampas!” seru mereka.

Fudhail mendengar seruan itu. Dia begitu sedih. Dia merenung lalu bergumam, “Mereka sangat takut kepadaku.”

Fudhail lalu menghampiri rombongan itu, mengucapkan salam, dan menawarkan persinggahan. “Tinggallah bersamaku malam ini. Kalian akan aman dari kejahatan Fudhail,” katanya.

Begitu gembira mereka dengan tawaran ini. Rupa-rupanya mereka mengenal Fudhail sekadar nama. Nama Fudhail memang angker di kalangan musafir. Kemudian, Fudhail keluar rumah mencari makan untuk para tamunya. Saat kembali, ia mendengar seseorang membaca,

ﮋ  ﮯ  ﮰ  ﮱ  ﯓ  ﯔ  ﯕ  ﯖ  ﯗ      ﯘ   ﯙ  ﯚ  ﯛ  ﯜ؟ﮊ

“Belumkah tiba waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk khusyuk hatinya karena mengingat Allah dan mengingat kebenaran yang telah turun?” (al-Hadid: 16)

Hati Fudhail luluh mendengar ayat ini. Sontak ia menjerit, “Benar! Sekaranglah waktunya, ya Rabb-ku.”

Begitulah al-Qur’an. Karena kekuatan yang ada di dalamnya, menyimaknya akan menumbuhkan kepasrahan jiwa, kecuali pada orang-orang yang lebih suka menuruti hawa nafsu.

Di antara rahasia kekuatan al-Qur’an adalah ayat-ayatnya tidak dipisah-pisahkan berdasarkan muatan atau kandungannya. Ayat tentang akidah tidak dipisahkan dalam surat khusus, begitu pula ayat-ayat tentang akhlak, hukum syariat, dan sebagainya. Namun, muatan dalam satu surat sangat kompleks dan beragam. Bahkan, dalam satu ayat terhimpun banyak sisi pembahasan.

Ayat yang membicarakan orang yang beriman, diikuti oleh ayat yang membicarakan orang munafik, ayat yang menyinggung jiwa, ayat tentang akidah, ayat tentang kisah umat-umat terdahulu, ayat tentang peristiwa di masa mendatang, ayat tentang janji, ayat tentang ancaman, ayat tentang surga, ayat tentang neraka, ayat tentang hukum-hukum tertentu, ayat tentang asal-muasal penciptaan manusia, dan sebagainya. Sangat beragam.

Sebab, jiwa manusia pun sangat beragam. Bahkan, jiwa satu orang selalu berbolak-balik. Saat ini jiwanya lebih mudah terpengaruh oleh ayat janji-janji, lain waktu lebih cocok dengan ayat-ayat ancaman, kisah umat terdahulu, penyebutan jannah dan neraka, dst. Ini menunjukkan bahwa al-Qur’an bukanlah buatan manusia, melainkan ucapan Allah Yang Maha Mengetahui seluk-beluk semua ciptaan-Nya.

Di antara manusia ada juga yang mudah terpengaruh oleh intonasi, tinggi-rendahnya nada, dan irama bacaan. Kekuatan ini juga terdapat dalam al-Qur’an. Seorang mantan penyair kenamaan, Labid bin Rabi’ah, ditanya, “Mengapa engkau tiada lagi melantunkan bait-bait syair dan qashidah?” Ia menjawab, “Surat al-Baqarah dan Ali ‘Imran telah mencukupi jiwaku dari menikmati qashidah dan syair.”

6.    Di dalam al-Qur’an terdapat pembahasan rinci yang bersifat gaib

Ada beberapa hal di dalam al-Qur’an yang diturunkan kepada Nabi kita n yang tidak mengerti baca tulis. Hal tersebut baru terbukti di era teknologi sekarang ini.

Hal ini oleh para ilmuwan disebut sebagai keajaiban sains. Keajaiban sains dalam al-Qur’an adalah benar adanya. Urusan yang secara kasat mata tidak diketahui oleh para sahabat pada masa itu—tetapi mereka pahami makna globalnya—ternyata baru terbukti hikmahnya yang agung secara lebih nyata dan rinci pada era ini.

Akan tetapi, harus kita ingat, hasil penelitian dan pengkajian manusia harus tunduk kepada al-Qur’an, bukan sebaliknya. Sebab, al-Qur’an adalah haq (benar) dan berasal dari Allah k, sedangkan ilmu sains dan teknologi adalah hasil rekayasa manusia.

7.    Al-Qur’an menumbuhkan kecintaan kepada Allah

Setiap kali orang yang beriman membaca dan mendalami al-Qur’an, akan semakin bertambah kecintaannya kepada Allah k. Ini kembali pada perihal keimanan dan pada sifat al-Qur’an sebagai sumber petunjuk dan penyembuh bagi kalbu. Semua perintah, larangan, dan berita dalam al-Qur’an adalah penyembuh bagi apa yang ada dalam jiwa. Allah k berfirman,

ﮋ ﯢ  ﯣ  ﯤ  ﯥ  ﯦ  ﯧﯨ    ﮊ

“Katakanlah, ‘al-Qur’an adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman’.” (Fushshilat: 44)

Ini adalah kekuatan khusus bagi orang-orang yang beriman. Al-Qur’an akan membimbing dan mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya, baik dalam masalah ilmiah maupun amaliah. Setiap kali terjadi fitnah dan kerancuan, seorang mukmin akan memiliki bashirah untuk menyelesaikannya.

Sumber: Ceramah asy-Syaikh Shalih Alu Syaikh tentang mukjizat al-Qur’an.
APA MANFAATNYA KITA SELALU BERWUDHU ?


WUDHU ADALAH :

1. PENGHAPUS DOSA

Jika seorang hamba Muslim atau Mukmin berwudhu lalu membasuh wajahnya, akan keluar dari wajahnya setiap dosa yang dilihat dengan kedua matanya bersamaan dengan keluarnya air atau tetesan air yang terakhir. Jika dia membasuh tangannya, akan keluar dari kedua tangannya setiap dosa yang pernah dilakukan oleh kedua tangannya itu bersamaan dengan air atau tetesan air yang terakhir. Jika dia membasuh kedua kakinya, akan keluar setiap dosa yang pernah dilakukan oleh kedua kakinya bersamaan dengan air atau tetesan air yang terakhir, sehingga dia akan keluar dalam keadaan benar-benar bersih dari dosa. (Diriwayatkan oleh Muslim, no. 224).

2. TANDA DI AKHIRAT

Sesungguhnya telagaku itu lebih panjang dari jarak antara Aylah (sebuah kota di teluk Aqobah, Yordania) dan Adan (kota Yaman). Sungguh telagaku itu lebih putih dari salju, lebih manis dari madu dicampur susu, serta bejana-bejananya lebih banyak dari bintang-bintang. Aku sungguh akan menjaganya dari orang lain (selain umatku), sebagaimana seseorang menjaga telaganya
dari unta orang lain. Para sahabat bertanya, Wahai Rasulullah, apakah pada hari itu Anda mengenali kami? Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:Ya. Kalian punya tanda yang tidak dimiliki oleh seorangpun dari umat lain. Kalian datang kepadaku dengan wajah, tangan dan kaki bercahaya putih karena wudhu. (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 364)

3. SEPARUH IMAN

Bersuci (wudhu) adalah separuh dari iman. (Ucapan) alhamdulillaah memenuhi timbangan, (ucapan) subhanallaah wal hamdulillaah keduanya memenuhi (ruang) antara langit dan bumi. Shalat itu cahaya, shadaqah itu adalah bukti, sabar adalah sinar, dan Al-Qur’an itu hujjah (pembela) bagimu atau hujatan atasmu. Setiap orang pergi untuk menjual dirinya, lalu ada yang membebaskan dirinya dan ada pula yang membinasakan dirinya. (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 223)

4. JALAN MENUJU SYURGA

Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda kepada Bilal ketika sholat Fajar, “Wahai Bilal,
ceritakan kepadaku tentang amalan yang paling engkau harapkan pahalanya sejak engkau memeluk Islam! Sesungguhnya aku mendengarkan bunyi kedua sandalmu di depanku di dalam surga. Bilal menjawab, Aku tidaklah mengerjakan suatu amal yang paling aku harapkan pahalanya, selain dari pada setiap kali bersuci, baik di waktu malam atau siang, aku selalu mengerjakan sholat semampu saya. (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh al-Bukhori, no. 1149 dan
Muslim, no. 6274).

5. PEMBUKA IKATAN SYETAN

Setan membuat ikatan pada tengkuk seseorang diantara kalian apabila tidur, yakni sebanyak tiga ikatan. Pada setiap ikatan dia berkata,Tetaplah kamu tidur, malam masih panjang! Jika ia bangun lalu mengingat Allah Ta’ala, maka lepaslah satu ikatan. Jika ia berwudhu’, terlepaslah satu ikatan yang lain.

Jika ia sholat, terlepas pula satu ikatan. Maka ia akan memasuki waktu Shubuh dalam keadaan semangat dan berjiwa bersih. Jika tidak demikian, maka di pagi harinya dia akan berjiwa kotor dan malas. (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh al-Bukhori, no. 1091 dan Muslim, no. 776)

Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci. aamiin Silahkan Klik Like dan Bagikan di halamanmu agar kamu dan teman-temanmu senantiasa istiqomah dan bisa meningkatkan ketakwaannya kepada ALLAH SWT.
7 BUAH YANG BERKHASIAT UNTUK MEMBERSIHKAN USUS

Usus yang bersih sangat penting untuk meningkatkan sistem pencernaan Anda dan juga membantu untuk mencegah kanker usus besar. Saat usus Anda bersih, hal yang paling mudah untuk Anda rasakan adalah Anda tidak mudah kembung serta berat badan Anda dapat terkontrol.

Proses pembersihan usus dapat dilakukan dengan cara alami. Salah satunya adalah dengan mengonsumsi makanan sehat yang mampu membantu mengeluarkan racun dari dalam usus. Berikut adalah buah-buahan yang mampu membersihkan usus Anda dengan baik seperti dilansir dari boldsky. com.

1. Alpukat
Alpukat kaya akan omega 3 yang mampu membersihkan usus besar Anda. Omega 3 bertindak sebagai minyak pelumas pada dinding usus sehingga semua sisa makanan dapat luruh.

2. Apel
Apel mengandung salah satu nutrisi yaitu pektin yang mampu mengikat bahan kimia dan logam berat di dalam tubuh.

3. Raspberry
Serat yang terkandung di dalam buah raspberry mampu membersihkan usus besar dan juga hati Anda.

4. Stroberi
Stroberi juga bermanfaat untuk pembersihan usus Anda. Mengonsumsi buah ini secara rutin setiap hari bermanfaat untuk membersihkan dan mendetoks usus besar Anda secara alami.

5. Blueberry
Blueberry mengandung aspirin alami yang membantu mengurangi kerusakan akibat peradangan. Selain itu blueberry juga bertindak sebagai antibiotik yang mencegah infeksi bakteri di saluran kemih Anda.

6. Jeruk bali
Buah ini mengandung serat pektin yang bermanfaat untuk mengikat kolesterol di dalam tubuh serta mampu membersihkan virus berbahaya di dalam usus.

7. Lemon
Air perasan jeruk lemon dan air hangat merupakan minuman yang baik untuk membantu proses kelancaran detoksifikasi di dalam tubuh Anda.

Buah-buahan ternyata juga mampu untuk membersihkan usus Anda dari sisa makanan, bakteri, dan virus.