Sabtu, 27 Februari 2016

Cerpen

Mimpi Sang Remaja
Oleh : Dewi Anggraeni

Di kampung Melati hiduplah seorang gadis bernama Yuna. Ia hidup ditengah keluarga yang sederhana. Ia gadis yang baik, sopan santun, dan suka menolong teman-temannya yang membutuhkan. Saat ini ia kelas 7. Suatu ketika, saat melihat sebuah lukisan di Museum Shodo (Lukisan Jepang), muncul dalam benaknya keinginan untuk pergi keluar negeri. Kemudian, dalam hatinya berkata, ”Tapi, apa mungkin aku yang hanya seorang anak dari keluarga sederhana bisa kesana? Tapi apa salahnya bermimpi tinggi, karena semua itu bisa terjadi”.
Keesokan harinya, ia memutuskan akan belajar berbagai macam bahasa asing. Dengan bantuan teman baiknya, Wina, ia mempelajari Bahasa Jepang dan Bahasa Korea. Wina memang murid yang pandai di berbagai bahasa asing. Dengan begitu, tak salah jika Yuna belajar dengan Wina. Setiap hari sepulang sekolah Yuna kerumah Wina, untuk belajar bahasa asing. Meskipun pada awal mula Yuna melihat huruf Jepang, seakan patah semangat untuk belajar, karena sebegitu rumitnya huruf Jepang. Tapi, Wina sahabatnya, selalu mengatakan pada Yuna “Tak ada yang tak mungkin di dunia ini, asal kau yakin semua yang kauimpikan akan dengan mudah kau raih”. Kalimat itulah yang selalu membuat Yuna menjadi semangat untuk belajar.
Namun, Wina pun tak lupa untuk memberitahu Yuna, bahwa hidup ini penuh rintangan untuk mencapai sesuatu. Benar, apa yang Wina katakan. Di kelas, Yuna selalu jadi bahan pembicaraan, karena ia bermimpi setinggi langit. Apalagi kata-kata Melly, teman sekelasnya yang disetiap kata-katanya selalu menyakitkan. Untung saja, Yuna anak yang sabar. Jadi, dia tidak marah, meskipun selalu dapat ejekan dikelasnya. Ejekan Melly ia anggap hanya sebagai angin lalu saja. Akhirnya Yuna merasa tertekan dan hampir putus asa. Setiap harinya selalu saja terbayang-bayang kata-kata kasar Melly, yang membuat ia sakit hati.
Hari ini hari rabu, hari dimana Yuna mendapatkan banyak sekali tugas, hingga ia tak sempat kerumah Wina untuk belajar bahasa asing. Dan karena ia kelelahan mengerjakan tugasnya, iapun tertidur. Dalam tidurnya, Yuna bermimpi, ia berada disebuah taman indah dengan bunga-bunga yang belum pernah ia jumpai sebelumnya. Dalam mimpinya, ia juga mengucapkan kata perpisahan dengan Wina. Saat Yuna terbangun dari tidurnya, Yuna bingung. Apa maksud dari mimpinya semalam? Dan kenapa ia mengucapkan kata perpisahan dengan Wina. Setiap harinya selalu terbayang-bayang mimpi aneh itu. Ia berharap itu hanyalah mimpi buruk belaka. Hari demi hari Yuna mulai melupakan mimpinya itu. 3 tahun berlalu. Cepat sekali rasanya. Dengan terpaksa, mau tidak mau Yuna harus berpisah dengan Wina. Ia sedih, karena kemungkinan besar ia takkan bertemu lagi dengan Wina. Kecuali kalau memang Yuna di takdirkan menjadi sahabat Wina selamanya. Di kelas yang baru Yuna mengawalinya dari nol. Ia mulai mengenal satu sama lain dan mempunyai teman baru, namun bagaimanapun juga ia takkan melupakan Wina, karena ia teman baiknya sejak kelas 5 SD.
Tak disangka, ternyata dikelas 10 ada ekstrakulikuler bahasa asing. Ada 6  bahasa diantaranya bahasa: Perancis, China, Belanda, Jerman, Jepang, dan Rusia. Yuna memilih bahasa Jepang dan China. Meskipun sebelumnya bahasa yang Yuna pelajari tidak ada Bahasa China. 6 bulan berlalu.
Hari Rabu adalah hari yang menyenangkan baginya, karena ekskul bahasa asing diadakan setiap hari Rabu dan Sabtu. Tiba-tiba Noriko-sensei mengadakan sebuah tes bahasa. Dan Yuna masuk 10 besar. Hari itu juga, diputuskan bahwa siswa yang sangat lancar bahasa asing, akan melakukan praktek bahasa di luar negeri. Dalam hatinya, ia yakin ia-lah yang akan keluar negeri. Ia akan membuktikan pada temannya, Melly. Seleksi bahasa asing akan diadakan hari Sabtu. Yuna belajar lebih rajin lagi. Siswa yang masuk 10 besar akan melakukan drama dengan menggunakan bahasa asing dan diwawancarai oleh Noriko-sensei, sebagai kepala ekskul bahasa asing.
Hari Sabtu pun tiba, saatnya untuk melakukan tes kedua. Hatinya semakin deg-degan, tapi Yuna berusaha menampilkan yang terbaik. Setelah seleksi berakhir, Yuna pulang dengan perasaan yakin bahwa dirinya akan lulus seleksi dan pergi ke  Jepang.

Hari ini saatnya pengumuman hasil tes terakhir. Ternyata, Yuna masuk dalam 5 orang yang berangkat ke Jepang. Sebulan kemudian, Yuna dan 4 temannya berangkat ke Jepang. Sesampainya di sana, Yuna berfoto dengan orang-orang asli Jepang dan diupload di sosmed. Melly pun kaget ketika mengetahui bahwa Yuna telah membuktikan kalau ia berhasil pergi keluar negeri. 2 bulan berlalu, Yuna pun pulang ke Tanah Air dan tidak sengaja ia bertemu Melly di bandara. Melly tidak mampu lagi berkata apa-apa dengan Yuna. Melly pun memberanikan diri mendekati Yuna dan mengakui kesalahannya, bahwa ia telah meremehkan impian Yuna dan ia minta maaf atas kesalahannya.


ありがとうございますみんな三。 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar