Mimpi Sang Remaja
Oleh : Dewi Anggraeni
Di kampung Melati hiduplah seorang gadis
bernama Yuna. Ia hidup ditengah keluarga yang sederhana. Ia gadis yang baik,
sopan santun, dan suka menolong teman-temannya yang membutuhkan. Saat ini ia
kelas 7. Suatu ketika, saat melihat sebuah lukisan di Museum Shodo (Lukisan
Jepang), muncul dalam benaknya keinginan untuk pergi keluar negeri. Kemudian,
dalam hatinya berkata, ”Tapi, apa mungkin aku yang hanya seorang anak dari
keluarga sederhana bisa kesana? Tapi apa salahnya bermimpi tinggi, karena semua
itu bisa terjadi”.
Keesokan harinya, ia memutuskan akan belajar
berbagai macam bahasa asing. Dengan bantuan teman baiknya, Wina, ia mempelajari
Bahasa Jepang dan Bahasa Korea. Wina memang murid yang pandai di berbagai
bahasa asing. Dengan begitu, tak salah jika Yuna belajar dengan Wina. Setiap
hari sepulang sekolah Yuna kerumah Wina, untuk belajar bahasa asing. Meskipun
pada awal mula Yuna melihat huruf Jepang, seakan patah semangat untuk belajar,
karena sebegitu rumitnya huruf Jepang. Tapi, Wina sahabatnya, selalu mengatakan
pada Yuna “Tak ada yang tak mungkin di dunia ini, asal kau yakin semua yang
kauimpikan akan dengan mudah kau raih”. Kalimat itulah yang selalu membuat Yuna
menjadi semangat untuk belajar.
Namun, Wina pun tak lupa untuk memberitahu
Yuna, bahwa hidup ini penuh rintangan untuk mencapai sesuatu. Benar, apa yang
Wina katakan. Di kelas, Yuna selalu jadi bahan pembicaraan, karena ia bermimpi
setinggi langit. Apalagi kata-kata Melly, teman sekelasnya yang disetiap
kata-katanya selalu menyakitkan. Untung saja, Yuna anak yang sabar. Jadi, dia
tidak marah, meskipun selalu dapat ejekan dikelasnya. Ejekan Melly ia anggap
hanya sebagai angin lalu saja. Akhirnya Yuna merasa tertekan dan hampir putus
asa. Setiap harinya selalu saja terbayang-bayang kata-kata kasar Melly, yang
membuat ia sakit hati.
Hari ini hari rabu, hari dimana Yuna
mendapatkan banyak sekali tugas, hingga ia tak sempat kerumah Wina untuk
belajar bahasa asing. Dan karena ia kelelahan mengerjakan tugasnya, iapun
tertidur. Dalam tidurnya, Yuna bermimpi, ia berada disebuah taman indah dengan
bunga-bunga yang belum pernah ia jumpai sebelumnya. Dalam mimpinya, ia juga
mengucapkan kata perpisahan dengan Wina. Saat Yuna terbangun dari tidurnya,
Yuna bingung. Apa maksud dari mimpinya semalam? Dan kenapa ia mengucapkan kata
perpisahan dengan Wina. Setiap harinya selalu terbayang-bayang mimpi aneh itu.
Ia berharap itu hanyalah mimpi buruk belaka. Hari demi hari Yuna mulai
melupakan mimpinya itu. 3 tahun berlalu. Cepat sekali rasanya. Dengan terpaksa,
mau tidak mau Yuna harus berpisah dengan Wina. Ia sedih, karena kemungkinan
besar ia takkan bertemu lagi dengan Wina. Kecuali kalau memang Yuna di
takdirkan menjadi sahabat Wina selamanya. Di kelas yang baru Yuna mengawalinya
dari nol. Ia mulai mengenal satu sama lain dan mempunyai teman baru, namun
bagaimanapun juga ia takkan melupakan Wina, karena ia teman baiknya sejak kelas
5 SD.
Tak disangka, ternyata dikelas 10 ada
ekstrakulikuler bahasa asing. Ada 6 bahasa
diantaranya bahasa: Perancis, China, Belanda, Jerman, Jepang, dan Rusia. Yuna
memilih bahasa Jepang dan China. Meskipun sebelumnya bahasa yang Yuna pelajari
tidak ada Bahasa China. 6 bulan berlalu.
Hari Rabu adalah hari yang menyenangkan
baginya, karena ekskul bahasa asing diadakan setiap hari Rabu dan Sabtu.
Tiba-tiba Noriko-sensei mengadakan sebuah tes bahasa. Dan Yuna masuk 10 besar.
Hari itu juga, diputuskan bahwa siswa yang sangat lancar bahasa asing, akan
melakukan praktek bahasa di luar negeri. Dalam hatinya, ia yakin ia-lah yang
akan keluar negeri. Ia akan membuktikan pada temannya, Melly. Seleksi bahasa
asing akan diadakan hari Sabtu. Yuna belajar lebih rajin lagi. Siswa yang masuk
10 besar akan melakukan drama dengan menggunakan bahasa asing dan diwawancarai
oleh Noriko-sensei, sebagai kepala ekskul bahasa asing.
Hari Sabtu pun tiba, saatnya untuk melakukan
tes kedua. Hatinya semakin deg-degan, tapi Yuna berusaha menampilkan yang
terbaik. Setelah seleksi berakhir, Yuna pulang dengan perasaan yakin bahwa
dirinya akan lulus seleksi dan pergi ke Jepang.
Hari ini saatnya pengumuman hasil tes
terakhir. Ternyata, Yuna masuk dalam 5 orang yang berangkat ke Jepang. Sebulan
kemudian, Yuna dan 4 temannya berangkat ke Jepang. Sesampainya di sana, Yuna
berfoto dengan orang-orang asli Jepang dan diupload di sosmed. Melly pun kaget
ketika mengetahui bahwa Yuna telah membuktikan kalau ia berhasil pergi keluar
negeri. 2 bulan berlalu, Yuna pun pulang ke Tanah Air dan tidak sengaja ia
bertemu Melly di bandara. Melly tidak mampu lagi berkata apa-apa dengan Yuna. Melly
pun memberanikan diri mendekati Yuna dan mengakui kesalahannya, bahwa ia telah
meremehkan impian Yuna dan ia minta maaf atas kesalahannya.
ありがとうございますみんな三。
Tidak ada komentar:
Posting Komentar